Jumat, 15 Agustus 2014

Rosulullah Melupakan Kita


"Rasulullah melupakan kita.."

Itulah yang terbersit di benak kaum Anshar ketika mereka melihat Rasulullah memanggil semua keturunan Muhajirin dan bangsa Arab lainnya, serta membagikan semua harta ghanimah yang didapatkan dari perang Hunain.
Harta Ghanimah itu sangatlah banyak, bahkan mampu membuat seorang Muallaf Quraisy mendapatkan masing-masing 100
ekor unta.

Padahal kaum Anshar lah yang selama ini menemani rasulullah berperang sejak Badar hingga Hunain. Merekalah yang mengorbankan harta mereka sendiri untuk berperang ketika masa sulit. Mereka juga yang bersusah payah berangkat dari Madinah menuju Mekkah untuk melakukan penyerangan besar-besaran. Lalu melanjutkan perjalanan menuju lembah Hunain melawan kaum pemberontak.

Kaum Anshar juga yang melindungi Rasulullah, ketika para Quraisy malah lari menjauh di lembah Hunain untuk
menyelamatkan diri, sedangkan Rasulullah di tinggalkan di garis depan sendirian. Selanjutnya mereka lah yang berjibaku
mengepung kota Hawazin selama 40 hari 40 malam untukmenundukkan musuh Allah.. Barulah mereka berhasil
mendapatkan harta ghanimah yang melimpah-ruah.

Dan kini, ketika kemenangan merekah sempurna, harta melimpah itu malah dibagi secara berfoya-foya kepada
muallaf quraisy yang selama ini menentang Rasulullah mati-matian sejak awal dakwah hingga penaklukan Makkah.

Kabar tersebut kemudian disampaikan oleh salah seorang shahabat dari kaum Anshar kepada Rasulullah. Maka Rasulullah mengumpulkan mereka seraya berkata:

“Wahai kaum Anshar, aku mendengar kegundahan kalian akan pembagian Ghanimah kepada muallaf Quraisy. Seolah
kalian telah terlupakan olehku.”

“Sesungguhnya janganlah kalian berprasangka begitu. Bagiku kalian adalah ruh, sedangkan mereka adalah Jasad. Kalian adalah adalah rahasia dan aibku, bila kalian melewati satu lembah sedangkan mereka melewati lembah yang lain, maka aku akan melewati lembah bersama kalian, seandainya saja tidak
ada peristiwa hijrah pasti aku adalah bagian dari kalian,.”

“Ridhakah kalian bila para mukallaf itu membawa pulang unta-unta bersama mereka, sedangkan kalian pulang
bersama Rasul kalian?
Ya Allah, Rahmati Kaum Anshar,
anaknya serta cucunya. Sungguh kalian kelak akan menemuiku di telaga-telaga syurga.”

Maka berlinanglah air mata kaum Anshar mendengar perkataan Rasulullah. Sirna segala sangkaan buruk mereka akan ketidak adilan rasulullah. Dan setelah itu tidak pernah sekalipun mereka menuntut pembagian ghanimah kecuali yang Rasulullah berikan secara Cuma-Cuma kepada mereka.

                              *****

Adakah kebersamaan yang lebih indah? dari kebersamaan kita dengan selembut-lembut manusia, yang cintanya pada umatnya bahkan melampaui cintanya kepada keluarganya.

Maka bersamailah ia dalam hari-hari kita, dalam tutur dan laku kita, dalam sujud-sujud panjang kita, dalam doa-doa kita.

Shollu 'alaa Muhammad..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar