Jumat, 15 Agustus 2014
Ayah, Temanilah Aku..
“Cukuplah seseorang itu dikatakan berdosa karena ia telah menyia-nyiakan orang yang berada di bawah tanggung jawabnya.”
(HR. An-Nasa’i dan Al-Hakim, dihasankan oleh Syeikh Albani)
Seorang ayah yang sangat sibuk dengan pekerjaannya, suatu hari setibanya dirumah di sambut oleh anaknya dengan penuh suka-cita.
"Ayah, berapa uang yang ayah dapat dari bekerja sehari?
Dalam lelah yang belum lepas, sang ayah heran dan enggan menjawab, tapi anaknya yang belum lagi berusia 7 tahun terus mendesak.
"100 ribu," jawab sang ayah pada akhirnya.
"Ayah, bolehkah aku meminjam uang 30 ribu?" Lanjut si anak.
Sang Ayah semakin kurang berkenan.
"Kamu tanya berapa upah ayah, lalu kamu mau pinjam uang, ayah tidak mengerti." Jawab sang ayah dengan nada tinggi, sambil menyuruh anaknya masuk kamar.
Ketika pikirannya mulai lapang, ia penasaran dengan apa yang diinginkan anaknya. Maka ditemui anaknya ke kamarnya, sambil membawa uang 30 ribu.
Setiba di kamar anaknya dengan senang hati menerima uang itu.
Ayahnya semakin heran, karena anaknya punya uang di bawah bantal, lalu di gabung dengan pinjaman dari ayahnya, yang 30ribu.
"Ayah, uang tabunganku tadi tidak sampai 100 ribu. Sekarang ditambah pinjaman ini menjadi 100 ribu.
Maka, ini uangku aku berikan untuk ayah, terimalah.
Karena aku ingin ayah menemaniku seharii saja.."
Sang ayah tertegun, airmatanya menetes, dipeluknya anaknya dengan erat.
#sumber_tarbawi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar