Jumat, 15 Agustus 2014

Menjadi Sebaik-baik Hamba


Berapa pun usia yang telah berlalu dari kita, tidak terlalu penting. Apa saja kenikmatan masa muda yang telah hilang juga tidak penting. Usaha maksimal agar kita bahagia dan tersenyum bangga di usia tua itulah yang jauh lebih penting.

Suatu hari Jabir bin Zaid yang usianya sudah berkepala enam datang ke masjid dengan memakai sepasang sandal usang. Kemudian dia berkata kepada orang-orang yang ada di sekelilingnya, “Telah berlalu dari usiaku enam puluh tahun. Dua sandalku yang usang ini lebih aku cintai dari seluruh usiaku yang telah berlalu, kecuali hari-hariku yang aku hiasi dengan kebaikan.”
Karena hanya hari-hari bersama kebaikan itulah yang akan abadi. Sementara hari-hari lain yang dikotori dengan dosa tak akan meninggalkan kesan. Bahkan hanya menjadi beban.

Orang seperti Jabir mungkin bisa banyak tersenyum karena hari-hari lalunya penuh dengan kebaikan. Tetapi kita, akankah bisa tersenyum ketika menengok kembali ke belakang.
Rasanya kita perlu meniru do’a Ibnu Abi Lubabah setiap sore hari menjelang,

“Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan siang dan mendatangkan malam sebagai ketenangan, nikmat dan keutamaan. Ya Allah jadikanlah aku termasuk orang-orang yang pandai bersyukur. Segala puji bagi Allah yang telah memberiku kenikmatan hari ini. Bisa jadi banyak dosa yang aku lakukan pada hari-hari usiaku yang telah lalu. Ya Allah ampunilah aku pada sisa usiaku dan jagalah aku dari api neraka."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar