"Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri".(QS. al-Hadid: 22-23)
Mari belajar pada Ummu Sulaim, wanita shalihah yang kehilangan anaknya, namun tetap tenang melayani suaminya.
Simaklah dialog mereka yang menyejarah!
“Wahai Abu Thalhah, bagaimana menurutmu jika ada satu kaum meminjamkan barangnya kepada suatu keluarga misalnya, kemudian mereka memintanya kembali barang yang dipinjamkan tersebut, apakah keluarga tersebut berhak menolaknya?” Abu Thalhah menjawab: “Tidak.” Ummu Sulaim berkata: “Kalau begitu, tabahkanlah hatimu dengan kematian anakmu.” Abu Thalhah menjadi marah, dia berkata: “Kamu biarkan aku menikmati pelayananmu, kemudian baru kamu beritahukan kepadaku tentang anakku.”
Karena Allah yang paling tahu yang terbaik buat kita, karena Allah satu-satunya Sang Pemilik Segala, karena Allah ingin menguji kesiapan kita untuk sesuatu yang terbaik yang akan Dia berikan.
Karena Allah yang paling tahu yang terbaik buat kita, karena Allah satu-satunya Sang Pemilik Segala, karena Allah ingin menguji kesiapan kita untuk sesuatu yang terbaik yang akan Dia berikan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar