Suatu malam di sebuah pesta seorang pemuda nampak terhuyung menuju mobilnya dengan dibantu seorang temannya.
Keesokan harinya ia terbangun lalu tertegun menatap keluar jendela kamarnya, ia membathin,"Mengapa Allah membiarkan aku melakukan ini lagi, padahal setengah mati aku bertaubat meninggalkan semua kebodohanku di masa lalu? "
Malam tadi, teman-temannya membohongi dirinya dengan mencampur minumannya tanpa sepengetahuannya, hingga ia mabuk, perbuatan buruk yang dulu sering dilakukannya, tapi sudah lama ia tinggalkan.
Kejadian ini sering kita dengar, yang pada akhirnya membuat orang yang mengalaminya menjadi sangat terpukul dalam penyesalan berkepanjangan, dan tak jarang ia menjadi frustasi dan terjerumus pada dosa yang lebih besar lagi, demikianlah cara iblis menyesatkan, halus, samar, kadang berbungkus kebaikan semu.
Seperti seorang sahabat Nabi yang buta, iblis yang menjelma manusia menuntunnya menuju masjid. Hanya karena beberapa hari sebelumnya sahabat tersebut terjatuh dan beristighfar, lalu Allah mengampuni dosa-dosanya dan dosa keluarganya,
Kejadian ini sering kita dengar, yang pada akhirnya membuat orang yang mengalaminya menjadi sangat terpukul dalam penyesalan berkepanjangan, dan tak jarang ia menjadi frustasi dan terjerumus pada dosa yang lebih besar lagi, demikianlah cara iblis menyesatkan, halus, samar, kadang berbungkus kebaikan semu.
Seperti seorang sahabat Nabi yang buta, iblis yang menjelma manusia menuntunnya menuju masjid. Hanya karena beberapa hari sebelumnya sahabat tersebut terjatuh dan beristighfar, lalu Allah mengampuni dosa-dosanya dan dosa keluarganya,
"Demikian hebat doa shahabat ini," gumam iblis, aku harus mencegahnya terjatuh agar ia tidak berdoa lagi.
Percayalah, tak sekejap pun iblis rela kita dalam kebaikan, menyesali kekeliruan itu baik, tapi jangan lantas kita menyerah dalam keterpurukan, teruslah bertaubat, jangan pernah berputus asa dengan ampunan-Nya.
"Dan barangsiapa yang mengerjakan keburukan atau menganiaya dirinya sendiri, kemudian memohonkan pengampunan kepada Allah, maka ia akan mendapatkan Allah itu adalah Maha Pengampun lagi Penyayang." (an-Nisa': 110)
Percayalah, tak sekejap pun iblis rela kita dalam kebaikan, menyesali kekeliruan itu baik, tapi jangan lantas kita menyerah dalam keterpurukan, teruslah bertaubat, jangan pernah berputus asa dengan ampunan-Nya.
"Dan barangsiapa yang mengerjakan keburukan atau menganiaya dirinya sendiri, kemudian memohonkan pengampunan kepada Allah, maka ia akan mendapatkan Allah itu adalah Maha Pengampun lagi Penyayang." (an-Nisa': 110)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar