Minggu, 17 Agustus 2014
Negeri Para Syuhada
Pada Perang Al-Furqan di pertukaran tahun 2008-2009, ketika bom-bom Zionis menewaskan sekitar 1400 orang penduduk mulai dari yang tua sampai yang bayi, Allah mentaqdirkan dalam masa 22 hari yang sama itu lahirlah di Gaza sekitar 3500 bayi.
Di hampir setiap rumah yang kami datangi, bukti “kekayaan” Gaza bernama anak adalah yang paling terlihat. Ada yang beranak 10, ada yang beranak 13, banyak yang beranak sedikitnya lima orang. Tak sedikit rumah yang menampung anak-anak yatim – karenanya tak ada panti asuhan yatim piatu di Gaza ini.
“Hidup di Gaza sesudah pengepungan selama lima tahun ini susah sekali,” ujar seorang ibu. “Kaum ibu harus pandai mengatur keuangan yang cuma sedikit ini untuk mencukupi kebutuhan pangan keluarga, termasuk menanam ini itu sendiri.”
“Tapi anak kalian banyak sekali. Apa tidak sebaiknya membatasi jumlah anak?” salah seorang relawan SA ‘ngetes.’
“Laaa! Tidak akan!” seorang nenek bercucu entah berapa puluh menjawab tegas dengan wajah agak syok mendengar “saran” kami. Dia lalu mengutip salah satu hadits Rasulullah Sallallahu ‘alayhi wa sallam agar ummat Islam membanyakkan jumlah mereka demi membanyakkan jumlah ummat di Akhirat nanti.
“Anak-anak kami dibunuhi, maka kami akan terus melahirkan,” komentar seorang ibu muda.
“Betul itu, supaya keluarga-keluarga kami bisa terus memproduksi mujahidin baru, penghafal-penghafal Quran baru…” jawab si nenek berapi-api.
Rakyat Gaza yakin Allah yang memberi anak-anaknya rezeki. Dan memang begitulah kenyataannya.
*****
Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya.
(Al-Anfal : 60)
*sumber : sahabatalaqsa.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar