Kamis, 14 Agustus 2014

Berkah Pemimpin Amanah


Suatu ketika ada seorang bapak yang mobilnya di hentikan oleh seorang ibu di pasar. Si ibu meminta si bapak untuk mengantarnya ke pasar beringharjo, dan tanpa bertanya-tanya, dengan rendah hati si bapak mengangarnya.

Setibanya di pasar, si ibu.meminta sayur dan barang belanjaannya diturunkan. Si bapak pun dengan rendah hati segera menurunkan barang tersebut. Setelah karung-karung sayur ditaruh, si ibu bertanya,"berapa ongkosnya pak supir?"
"Wah nda usah bu,"tolak si bapak ramah.
"Walaah pak sopir, kaya nda butuh uang saja,"ujar si ibu yang langsung direspon santun oleh si bapak,"sudah nda apa bu saya cuma membantu."

Tak lama, selepas si bapak pamit, seorang mantri polisi yang sedari tadi mengamati, menghampiri si ibu, dan memberi tahu siapa sebenarnya si bapak tadi. Si ibu terkejut, pingsan.

Si bapak adalah Bendoro Raden Mas Dorodjatun, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sultan Hamengku Buwono lX.

Mengemban amanah pemimpin artinya menjemput takdir kepahlawanan. Dan seorang pahlawan tidak bisa tidak harus mengambil peran melayani. Memberikan apa yang ia punya. Mengambil tempat untuk menjadi penolong pertama.
Ketika memberi ia memberi dengan cinta, ketika membantu ia membantu sepenuh cinta.

Terberkahilah seorang pemimpin tatkala di dadanya tersimpan seuntai kalimat tekad,

"ketika tugas negara dimulai kepentingan pribadi berakhir."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar