Minggu, 17 Agustus 2014

Agar Nikmat Tak Berbuah Sesal


“Banyak orang merasa rugi dan kemudian menyesali dirinya karena ia telah lupa pada sesuatu, padahal belum tentu ia berakibat merugikan dirinya. Sebaliknya sedikit orang yang merasa rugi dan kemudian menyesali dirinya karena ia telah lupa Tuhan-nya, padahal kerugian akibat melupakan-Nya pasti dan sangat fatal buat dirinya, dunia dan akhirat. Paling tidak akan menyebabkan ia lupa pada eksistensi dirinya (QS, 49: 19).”

Imam Ghazali melukiskan syukur dan sabar sebagai sayap yang menerbangkan spiritualitas manusia ke jenjang yang tinggi. Sedangkan rasa syukur seseorang tidak hanya berupa ucapan terima kasih atau Alhamdulillah. Juga tidak hanya mengkonsumsi dan menikmatinya dengan baik. Selain itu ia juga harus menyadari nilai yang terkandung di dalamnya dengan tepat waktu.

Keterlambatan kesadaran akan nilai suatu nikmat dapat menimbulkan penyesalan yang tiada guna. Dan menjadi keperihan yang teramat dalam tatkala nikmat itu tetiba lenyap sebelum kita menyadari bahwa sebenarnya ia telah ada dalam genggaman.

Wallahu 'alam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar