Jumat, 15 Agustus 2014

Cermin Itu Bernama Hati


Diriwayatkan bahwa Washibah al Asadi berkata,”Saya adalah orang yang cukup antusias untuk mencari tahu macam-macm amalan baik dan buruk. Setiap ada satu perkara yang saya ragukan baik atau buruknya, saya akan lansung menghadap kepada Rasulullah saw. Suatu hari, ketika saya mendatangi Rasulullah saw, di sekeliling beliau telah berkumpul banyak orang yang juga ingin bertanya tentang berbagai masalah agama.

Ketika saya bermaksud melintasi kerumunan tersebut, orang-orang serentak berkata,”Wahai Washibah, jangan mendekat kepada Rasulullah saw.” Saya lalu berkata,”Izinkanlah saya mendekati Rasulullah saw, saya paling suka berada di dekat beliau.”

Tiba-tiba Rasulullah saw berkata,”Biarkanlah Washibah mendekat!” [Kalimat ini beliau ucapkan dua atau tiga kali]. Saya kemudian mendekat sampai berada tepat di hadapan Rasulullah saw, beliau lalu bertanya,”Wahai Washibah, apakah saya yang akan memberi tahumu sesuatu atau kamu yang mengajukan pertanyaan?”. Saya menjawab,”Engkau saja yang memberi tahu.”

Rasulullah saw, kemudian bersabda,”Kamu pasti datang untuk bertanya tentang amalan-amalan baik dan dosa?”. Saya menjawab,”Benar”.

Rasulullah saw kemudian mengepalkan tangannya dan memukul dada saya dengan lembut seraya bersabda,”Wahai Washibah, tanyalah hati nuranimu, mintalah pendapat kepada batinmu! [kata-kata ini beliau ucapkan tiga kali].

Kebaikan [al birr] adalah sesuatu yang batin merasa tenang ketika mengerjakannya. Sebaliknya dosa [al itsm] itu adalah yang membuat perasaan gelisah [tidak tentram] dan hati ragu-ragu ketika melakukannya meski semua orang sepakat mengatakan [bahwa yang kau lakukan adalah baik dan benar]."

[HR Ahmad]

Karena sejatinya telah Allah tanamkan cahaya keimanan dihati kita, jauh sebelum kita memahami perkara baik atau benar. Hingga jauh didasar hati, tak sedetikpun kita tenang akan setiap laku yang menuntut kita pada dosa.

Mari resapi sebulir nasihat Ibnu Qayyim rahimahullah,
“jika kamu menemukan keterasingan karena perbuatan dosa, maka segera tinggalkan dan jauhi dosa dan maksiat. Hati tidak akan tenang dengan perbuatan dosa."

Wallahu ' alam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar