“Siapa yang menginginkan naungan surga maka hendaklah ia berpegang teguh dengan jamaah.” (At-Tirmidzi)
Sahabat, bila suatu kali kita naik sebuah kapal mengarungi lautan luas.
Kapal itu ternyata sudah amat bobrok. Layarnya banyak berlubang,
kayunya banyak yang keropos bahkan kabinnya bau kotoran manusia. Lalu,
apa yang akan kita lakukan untuk tetap sampai pada tujuan?
“Apakah kita memilih untuk terjun ke laut dan berenang sampai
tujuan?”
“Bila kita terjun ke laut, sesaat kita akan merasa senang. Bebas
dari bau kotoran manusia, merasakan kesegaran air laut, atau bebas bermain dengan ikan lumba-lumba. Tapi itu hanya sesaat. Berapa kekuatan kita untuk berenang hingga tujuan? Bagaimana bila ikan hiu datang?
Darimana kita mendapat makan dan minum?
Bila malam datang, bagaimana kita mengatasi hawa dingin?
Tumbuh bersama dengan orang-orang yang kita yakini memberi efek positif bagi kita menjadi keniscayaan, agar ada yang menggamit lengan saat kita melangkah terhuyung. Meski hidup dalam sebuah komunitas (jamaah) pun tak selamanya indah.
Mari renungkan lagi nasihat Sayidina Ali bin Abu Thalib,
"Kekeruhan bersama jamaah jauh lebih baik daripada kejernihan dalam kesendirian".

Tidak ada komentar:
Posting Komentar