Kamis, 14 Agustus 2014

Menimbang Tanya


Ada seorang laki-laki yang datang kepada Imam Malik bin Anas Rahimahullah, dia bertanya : “Dari mana saya akan memulai berihram?”
Imam Malik menjawab : “Dari Miqat yang ditentukan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang beliau berihram dari sana”.
Dia bertanya lagi : “Bagaimana jika aku berihram dari tempat yang lebih jauh dari itu?”
Dijawab : “Aku tidak setuju itu”.
Tanyanya lagi : “Apa yang tidak suka dari itu ?”
Imam Malik berkata. “Aku takut terjatuh pada sebuah fitnah!”.
Dia berkata lagi : “Fitnah apa yang terjadi dalam menambah kebaikan?”

Imam Malik berkata : “Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman artinya : “maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.” (QS An-Nur : 63]
Dan fitnah apakah yang lebih besar daripada engkau dikhususkan dengan sebuah karunia, yang tidak diberikan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ?”

Karena kritis itu bukanlah bertanya tentang segala hal sesuai ingin kita, kritis adalah memahami kapan saatnya bertanya, kapan saatnya berfikir, kritis adalah memahami apa yang harus ditanyakan dan apa yang memang harus dikerjakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar