Minggu, 31 Agustus 2014

Kebaikan itu Ibarat Cermin


Dari Abu Hurairah r.a., Nabi saw. bersabda, “Seorang wanita pezina telah diampuni dosanya karena ketika dalam perjalanan, ia melewati seekor anjing yang menengadahkan kepalanya sambil menjulurkan lidahnya hampir mati karena kehausan. Maka, wanita tersebut menanggalkan sepatu kulitnya, lalu mengikatkannya dengan kain kudungnya, kemudian anjing tersebut diberi minum olehnya. Maka dengan perbuatannya tersebut, ia telah diampuni dosanya.” Seseorang bertanya, “Adakah pahala bagi kita dengan berbuat baik kepada binatang?” Beliau saw. menjawab, “Berbuat baik kepada setiap yang mempunyai hati (nyawa) terdapat pahala.” (Muttafaq ‘alaih)

Kebaikan tetaplah kebaikan, siapapun kita, kepada siapapun kita melakukan kebaikan, seberapapun kecilnya nilai kebaikan itu, lagi-lagi bukan itu yang Allah persoalkan.
Kesadaran kita untuk berbuat baiklah yang menuntun kita pada sebuah jalan kebaikan yang lainnya, yang takkan pernah kita duga sebelumnya.

Maka resapilah seuntai kalimat indah ini, "Kebaikan itu ibarat cermin. Memantulkan hal yang serupa. Bahkan tidak sedikit pun memantulkan hal yang berbeda."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar