Jumat, 26 September 2014
Ujian Kesenangan
Abdurrahman bin Auf pernah menggambarkan betapa beratnya ujian ini, dan betapa banyaknya orang yang tidak lulus menghadapinya,
" Kami diuji dengan kesusahan-kesusahan (ketika) bersama Rasulullah SAW dan kami dapat bersabar. Kemudian kami diuji dengan kesenangan-kesenangan setelah beliau wafat, dan kami pun tidak dapat bersabar."
(HR. Tirmidzi; hasan menurut Al-Albani)
Saat didera kesulitan demi kesulitan kita justru menjadi sangat kuat, karena tanpa kita sadari kita semakin dekat dengan Allah tersebab doa-doa kita.
Namun ketika dikelilingi kesenangan tak jarang kita menjadi terlena lalu lalai dari mengingat-Nya, kitapun menjadi lemah, meski sejatinya hanya sedikit ujian namun terasa sangat berat bagi kita.
Apapun bentuknya, Allah takkan berhenti memberi ujian buat kita sampai langkah kaki melenggang meniti surga.
"Ujian itu akan selalu menimpa seorang hamba sampai Allah membiarkannya berjalan di atas bumi dengan tidak memiliki dosa."
(HR. Tirmidzi dan An-Nasai, dishahihkan Al-Albani)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar