Senin, 22 September 2014

Menukar Syahid Dengan Fitnah (Wanita)


"Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah yang maha dahsyat bahayanya bagi lelaki kecuali fitnah wanita"
(Muttafaq 'Alaih)

Lelaki gagah itu mengayunkan pedangnya menebas tubuh demi tubuh pasukan romawi. Ia adalah seorang tabiin (270H) yang hafal qur'an. Namanya adalah sebaik-baik nama, Abdullah bin Abdurrahim. Keimanannya tak diragukan. Adakah bandingannya didunia ini seorang mujahid nan hafal quran. Namun lacur akhir hayatnya mati dalam kemurtadan dan hilang hafalannya kecuali 2 ayat yang tersisa. Yaitu surah al hijr ayat 2-3,

"Orang-orang kafir itu diakhirat nanti sering menginginkan, andai didunia dulu mereka muslim. Biarkanlah mereka makan dan senang2, dilalaikan oleh angan2 kosong belaka, kelak mereka akan tahu akibatnya".

Seolah ayat ini menjadi peringatan Allah yang terakhir namun tak digubrisnya. Apakah penyebabnya? Penyebabnya adalah wanita !!

***

Pedangnya masih berkilat-kilat memantul sinar mentari. Masih segar berlumur merahnya darah orang romawi. Ia hantarkan orang romawi itu ke neraka dengan pedangnya. Tak disangka nantinya dirinyapun dihantar ke neraka oleh seorang wanita romawi, tidak dengan pedang melainkan dengan asmara.
Kaum muslimin sedang mengepung kampung romawi.
Tiba-tiba mata Abdullah tertuju kepada seorang wanita romawi di dalam benteng. Kecantikan dan pesona wanita pirang itu begitu dahsyat mengobrak-abrik hatinya. Dia lupa bahwa tak seorangpun dijamin tuk lolos dari su'ul khotimah. Dia lupa bahwa maksiat dan pandangan haram adalah gerbang kekufuran. Tak tahan, iapun mengirimkan surat cinta kepada wanita itu. Isinya kurang lebih:

"Adinda, bagaimana caranya agar aku bisa sampai ke pangkuanmu?"
Perempuan itu menjawab: "Kakanda, masuklah agama kami maka aku jadi milikmu."

Syahwat telah memenuhi relung hati Abdullah sampai-sampai ia menjadi lupa beriman, tuli peringatan dan buta alquran. Hatinya terbangun tembok anti hidayah.
Astaghfirullah, ma'adzallah.

Pesona wanita itu telah mampu mengubur imannya di dasar samudera. Demi tubuh cantik nan fana itu ia rela tinggalkan islam. Ia rela murtad. Menikahlah dia didalam benteng. Kaum muslimin yang menyaksikan ini sangat terguncang. Bagaimana mungkin? Bagaimana bisa seorang hafidz yang hatinya dipenuhi alqur'an meninggalkan Allah dan menjadi hamba syahwat? Ketika dibujuk untuk taubat ia tak bisa. Dikatakannya bahwa ia telah lupakan qur'an kecuali 2 ayat diatas saja dan ia bahagia hidup berlimpah harta dan keturunan bersama kaum Romawi. Dalam keadaan seperti itulah dia menutup hidupnya. Na'udzubillah..

Rabbana, jika dua amalan hebat itu saja tak menjadikan hamba-Mu yang shalih mampu meredam fitnah, apatah lagi secuil tilawah dan sebutir peluh kami saat mencari nafkah, itupun disertai keluh kesah.
Maka ampuni kami ya Rabb..lindungi kami dari dahsyatnya fitnah dunia...

*Disarikan dari tulisan DR. Hamid Ath Thahir dalam buku Dibawah Kilatan Pedang (101 kisah heroik mujahid)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar