Kamis, 18 September 2014
Meski Asing Dan Tak Dikenal
Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebahagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka, dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.
(Qs, Hud : 116)
Dari Abdullah Bin Umar,
"Suatu kali selagi kami bersama Rasulullah SAW, beliau bersabda, "beruntunglah orang-orang asing!"
kami bertanya, "wahai Rasulullah siapakah orang-orang asing itu?"
Beliau menjawab, "orang-orang shalih yang sedikit jumlahnya di tengah orang-orang yang banyak. Siapa yang mendurhakai mereka lebih banyak daripada yang taat pada mereka."
***
Suatu ketika Umar Bin Khaththab memasuki masjid, dan mendapatkan Muadz Bin Jabal sedang duduk menghadap ke arah rumah Nabi SAW, sambil menitikkan airmata.
Umar bertanya, "mengapa engkau menangis wahai Abu Abdurrahman?"
Muadz menjawab, "saudaramu ini telah binasa.."
"Tidak", kata Umar, "tetapi aku pernah mendengar sebuah hadits yang di sampaikan kekasihku Rasulullah SAW, juga di masjid ini."
"Apa bunyi hadits itu?" Tanya Muadz.
Umar menjawab," sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang suka sembunyi-sembunyi, miskin, bertaqwa, dan berbuat kebajikan. Jika mereka tidak tampak, mereka tidak dicari, dan apabila mereka tampak, mereka tidak dikenali. Hati mereka adalah pelita-pelita petunjuk. Mereka keluar dari segala cobaan yang buta dan gelap."
Menjadi terlihat asing karena sebuah prinsip kebenaran yang bersumber dari Ilahi adalah sebuah kebahagiaan, meski kita golongan yang sedikit. Bukankah banyak sejarah membuktikan kekuatan dan kesolidan mereka yang sedikit telah menjungkalkan kekuatan-kekuatan besar.
Wallahu 'alam
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar