Selasa, 09 September 2014

Pekerti Sebening Embun


"Dan sesungguhnya engkau -hai Muhammad- adalah memiliki budi pekerti yang luhur." (al-Qalam: 4)

Siapapun yang hari-harinya bersama Rasulullah, pasti menyangka dirinyalah yang paling dicintai oleh Rasulullah. Kita tahu seperti apa cinta Rasulullah kepada Abu Bakar pun sebaliknya, cinta mereka begitu menyejarah dalam perjalanan hijrah, tatkala keduanya sembunyi di gua tsur. Kita juga tahu seperti apa cinta Rasulullah kepada Umar, Utsman, Ali dan sahabat2 mulia yang lain, tak terkecuali kepada Julaibib ra laki-laki hitam pendek yang tak di pandang sebelah mata oleh orang2 medinah. Resapilah sekelumit kisahnya...

Suatu saat usai dari sebuah peperangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada para sahabatnya: "Siapa saja yang gugur di jalan Allah?"

Mereka menjawab: " Fulan dan fulan, wahai Rasulullah".

Mereka tidak menyebutkan nama yang dicari oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , yakni Julaibib Radhiyallahu anhu .
Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali menanyakan kepada para sahabat, dan jawaban mereka sama.

Kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berseru: "Sesunguhnya aku telah kehilangan salah seorang sahabatku, Jualaibib. Carilah ia!"

Para sahabat segera mencari jasad Julaibib Radhiyallahu anhu . Dan mereka mendapatkan jasadnya tersungkur. Di sekelilingnya terdapat tujuh jasad orang kafir.

Segeralah para sahabat memberitahukan kepada Rasulullah tentang Julaibib Radhiyallahu anhu , maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam segera menghampiri jasadnya.

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri di sampingnya dan bersabda: " Dia telah membunuh tujuh orang ini, kemudian mereka membunuhnya. Sesungguhnya, ia adalah aku, dan aku adalah dia". Rasulullah mengucapkannya sebanyak tiga kali.

Kemudian, dengan penuh lemah lembut dan kasih sayang beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat jasadnya dan menyandarkan di lengannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar