Kamis, 25 September 2014
Laa Taghdob (Jangan Marah)
Sulaiman Ibnu Sard RA. meriwayatkan, “Pernah dua orang yang saling mencerca satu sama lain di hadapan Rasulullah Saw.. Sementara itu, kami sedang duduk di sisi beliau. Salah seorang dari mereka menghina yang lainnya dengan diiringi kemarahan, hingga merah mukanya. Maka, Rasulullah Saw. bersabda,
“Aku mengetahui suatu kalimat yang jika diucapkan olehnya (orang yang sedang marah), maka akan hilang kemarahannya. Hendaklah dia berkata, “A’udzubillahi minasy syaithaanirrajiim" (aku berlindung kepada Allah dari godaan syaithan yang terkutuk).
(HR. Bukhari Muslim)
Karena kemarahan adalah bentuk hasutan syaithan, sebagaimana sabda Rasulullah Saw, “Sesungguhnya, kemarahan itu berasal dari syaitan. Dan syaitan tercipta dari api. Dan sesungguhnya, api itu dapat dipadamkan dengan air. Jika salah seorang diantara kalian marah, maka berwudhulah.” (HR. Ahmad dan Abu Daud)
Rasulullah dan generasi emas islam telah memberi contoh bagaimana mengelola amarah, kita semua tahu seberapa hebat kesedihan beliau tatkala seruannya di tolak kafir Quraisy, bahkan tak jarang lemparan batu, hinaan dan sumpah serapah menjadi balasannya. Jibril dan Malaikat penjaga gunung geram, lalu seperti apa ungkapan kemarahan Rasulullah?
"Aku hanya berharap semoga dari sulbi-sulbi mereka kelak terlahir hamba-hamba Allah yang beriman dan taat pada-Nya."
#IstighfarBekaliKali
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar