Senin, 01 September 2014
Sang Pemaaf
“...siapa yang memaafkan (kejahatan orang) dan berbuat baik (kepadanya),
maka pahalanya tetap dijamin oleh Allah (atas tanggungan Allah dengan diberi balasan yang sebaik-baiknya).
Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang berlaku zalim”.
(Asy-Syura [42] : 40)
Mekkah telah dikuasai, kafir Quraisy takluk oleh kaum Muslimin. Rasulullah tertunduk diatas untanya, matanya berkaca-kaca.
Dari kota ini dakwah dimulai, berkilas-kilas kenangan berbayang silih berganti.
Terkenang bagaimana para assabiqunal awwalun di intimidasi, terusir dari tanah kelahirannya.
Namun dengarlah kalimat yang terucap dari lisannya, saat kafir Quraisy harap-harap cemas menunggu keputusan apa yang Rasulullah ambil untuk mereka yang telah tertunduk pasrah dalam kekalahan,
“Saya hanya katakan kepada kalian sebagaimana ucapan Nabi Yusuf kepada para saudaranya.
Tiada celaan atas kalian pada hari ini.
Pergilah! Kalian semua bebas.”
(HR Baihaqi).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar