Kamis, 16 Oktober 2014

Hati Yang Berpelita


Laki-laki gagah ini tampak murung di sudut kamarnya, dari sudut matanya menitik bening bebulir airmata, dalam getarnya ia bergumam, "demi Allah ini pasti bukanlah
sebuah kebaikan, jika memang ini sebuah kebaikan mengapa tidak terjadi pada masa Rasulullah, juga Abu Bakar.."

Dialah Al-Farouq, di masa pemerintahannya yang gilang-gemilang, harta rampasan perang melimpah meruahi baitul maal, kaum mukmin terkepung sukacita.
Alih-alih merasa hebat seperti sang raja kebanyakan tatkala memenangkan peperangan, laki-laki ini justru duduk lemah tertunduk, berusaha memaknai kemenangan dan kebesarannya dari sudut berbeda.

Masya Allah.. Sungguh sebuah perspektif yang terlahir dari jiwa yang mulia, dari hati yang jernih bersumber dari kedekatannya
dengan Rabb-Nya.
Hati yang pendar cahayanya tak hanya menerangi pribadi agungnya tapi juga kaum mukminin dimasanya, dan menjadi
suluh saat kita menelusur lorong-lorong sejarah keemasan Islam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar