Senin, 13 Oktober 2014

Hanya Yang Cerdas


Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa-apa yang telah dipersiapkan untuk esok.. (QS. Al-Hasyr: 18)

Ini tentang tiga orang badui Mesir di zaman kuno yang tengah mengangkat batu. Ketiga-tiganya mengangkat batu yang sama beratnya dengan keringat yang sama derasnya. Tapi ketika ditanya, tampak perbedaan niat atau visi kerjanya, perhatikanlah bagaimana mereka menjawab pertanyaan yang sama ini:
“Apa yang sedang anda kerjakan wahai budak?”
Budak pertama menjawab, “Apa kamu tidak melihat saya sedang kelelahan mengangkat batu berat ini?”
Setelah budak pertama lewat, budak kedua ditanya lalu dia menjawab, “Aku sedang membangun piramida.”
Lalu, budak ketiga ditanya juga setelah budak kedua lewat, dia menjawab begini, “Aku sedang membangun peradaban Mesir.”

“Tidak ada seorang pun yang tahu apa yang akan terjadi esok hari” , demikian Allah berfirman dalam Al-Qur'an surat Lukman : 34.

Dan hari esok bagi seorang muslim bukanlah sekedar kenikmatan hidup di dunia, hari esok bagi muslim adalah hari dimana kelak banyak jiwa-jiwa yang menyesal karena keliru memaknai hari ini dan gagal melukis esok hari.

Tersebab itulah membuat perencanaan terbaik untuk hidup kita kelak adalah keniscayaan, agar kita bisa merasakan setiap detik perubahan-perubahan dalam diri kita untuk esok yang baik.

“Para perencana, semuanya adalah pembawa perubahan dan setiap pembawa perubahan adalah perencana.” (Leonard Duhl)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar