Rabu, 08 Oktober 2014

Derajat Taubat


"Surga An-Na'im berada di antara surga Firdaus dan surga Adn, didalamnya terdapat bidadari-bidadari yang diciptakan dari bunga-bunga surga. Surga ini ditempati orang-orang yang hendak melakukan kedurhakaan, lalu tatkala mengingat Allah, mereka meninggalkannya karena takut kepada Allah."
(Malik Bin Dinar)

Ibnu Qoyyum Al Jauzyah menulis dalam bukunya Raudhah Al MUhibbin Wa Nuzhah Al Musytaqin :

Bakar bin Abdullah Al Muzany menuturkan, bahwa ada seorang tukang jagal yang jatuh cinta pada gadis tetangganya. Suatu hari sang keluarga gadis menyuruhnya pergi kedesa lain untuk suatu keperluan. Tukang jagal mengikuti di belakangnya, lalu merayunya. Sang gadis berkata, “Jangan engkau lakukan itu, memang saya bisa menyatakan cinta kepadamu, tetapi saya takut kepada Allah.”

“Engkau takut kepada Allah, sementara saya tak takut kepadaNya?”, kata tukang jagal. Setelah itu ia pulang untuk bertaubat. Di tengah perjalanan ia diserang rasa haus dan tak lama kemudian ia ber papasan dengan seorang ulama dari Bani Israel.

“Apa yang terjadi dengan dirimu?”, tanya ulama.

“Aku kehausan,” jawab tukang jagal.

“Kalau begitu, marilah berdoa kepada Allah, agar ada awan yang memayungi kita hingga tiba didesa.”

“Aku tidak mempunyai amal yang layak untuk berdoa kepada Allah,” jawab tukang jagal.

“Kalau begitu aku saja yang berdoa dan engkau yang mengamininya.”

Maka utusan dari Bani Israel itu berdoa kepada Allah dan tukang jagal mengamininya. Tak lama kemudian ada awan yang memayungi mereka berdua, hingga mereka tiba didesa dan berpisahlah mereka. Ketika itu awan mengikuti si tukang jagal dan meninggalkan ulama. Sehingga ulama tadi heran, ia mendatangi tukang jagal, dan bertanya,

“Engkau pernah menyatakan bahwa engkau tak memiliki amal untuk dijadikan sarana berdoa, lalu akulah yang berdoa dan engkau yang mengamininya. Ternyata awan itu mengikutimu. Apa yang sebenarnya yang terjadi denganmu?”

Tukang jagal pun bercerita tentang kejadian yang dia alami.

Sang ulama pun takjub dan berkata, “Sesungguhnya orang yang bertaubat kepada Allah itu berada disuatu tempat yang tak ada orang lain yang menyamai kedudukannya.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar