Jumat, 24 Oktober 2014

Dia lah Allah Yang Maha Segala


"Hai manusia, beribadahlah kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa."
(QS, Al-Baqarah : 21)

"Ayat ini menghubungkan penciptaan dengan kehambaan. Maka tiap kali ruh kehambaan dan amal ibadah kita melemah, sungguh baik jika kita merenungkan dalam-dalam berbagai keagungan-Nya dalam penciptaan."
Begitulah Dr. Nashir Ibn Sulaiman menuturkan dalam Liyadabbaru Aayaatih.

Suatu kita datang kepada Imam Abu Hanifah beberapa orang Zindiq, mereka mengingkari wujud Allah sebagai Sang Pemilik, Pemelihara, Pemberi Rizqi, dan pengatur alam semesta.
Mereka mengajak sang imam berdebat tentang hakikat eksistensi Allah.

Tetiba sang Imam berucap, "Biarkan sejenak aku di sini, sebab aku sedang memikirkan apa yang baru saja di sampaikan kepadaku."
"Apakah itu?" Tanya mereka.

"Bahwa ada sebuah bahtera yang berlayar lagi sarat dengan barang muatan dan tak ada seorang pun yang menjaga, mengendalikan, dan mengarahkannya. Namun demikian, kapal itu tetap melaju dengan lancar, menembus badai dan menghadapi topan, meski tanpa nakhoda. Ia terus melaju dengan tenang dan selamat sampai tujuan tanpa seorang awak pun yang memandunya." Jawab sang Imam.

"Ini adalah hal yang tak patut dikatakan orang berakal, bagaimana mungkin ada kapal berlayar tanpa awak dan nakhoda?"
Sahut mereka.

"Aduhai kalian, jadi apakah menurut kalian jagad raya yang demikian tertata penciptaannya, silih berganti malam dan siangnya, serta teratur pengisarannya ini bisa selamat dari kekacauan dan kehancuran jika tak ada Yang Mencipta dan mengendalikannya?"
Sungguh dalam menghunjam jawaban sang Imam, membuat mereka yang semula hendak berdebat menjadi bungkam terdiam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar